Perusahaan Chip Alami Tekanan Jual, Harga Minyak Kembali Turun
News
25 July 2026 10:55

Bloomberg, Para trader di Wall Street, Amerika Serikat, membuat pergerakan saham berfluktuasi pada akhir pekan yang penuh ketidakpastian, di mana penurunan harga minyak dan sinyal kekuatan mesin laba perusahaan-perusahaan Amerika mengimbangi aksi jual massal saham perusahaan semikonduktor chip.
Walau sebagian besar saham di S&P 500 naik, indeks tersebut relatif tidak berubah. Indeks perusahaan chip memori merosot 4,3%. Nasdaq 100 turun lebih dari 1%.
Harga minyak Brent turun dari US$100 karena minyak mentah masih dapat melewati rute perdagangan Timur Tengah meskipun terjadi konflik. Penurunan harga energi meredakan tekanan pada pasar Treasury hanya beberapa hari menjelang keputusan Federal Reserve.
Ketegangan geopolitik tetap tinggi, namun harapan akan perundingan yang dimediasi antara AS dan Iran membawa sedikit kelegaan. Pakistan sedang menjajaki cara untuk menghidupkan kembali negosiasi, menyusul dorongan yang diprakarsai oleh China, seperti dilaporkan Reuters.
Sementara itu, Presiden Donald Trump bertemu dengan para penasihat utamanya untuk memutuskan apakah akan meningkatkan serangan, dilaporkan The New York Times.





























