Logo Bloomberg Technoz

Efek Ekspor 1 Pintu, Kontrak Batu Bara RI Rp33 T Rentan Terdampak

Sabrina Mulia Rhamadanty
08 June 2026 11:00

Coal stockpile./Bloomberg-Qilai Shen
Coal stockpile./Bloomberg-Qilai Shen

Bloomberg Technoz, Jakarta – Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) meragukan kesiapan ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) untuk komoditas batu bara, yang nilai kontraknya mencapai US$1,8 miliar (Rp32,67 triliun asumsi kurs saat ini) sepanjang 2026.

“Ada ratusan kontrak penjualan saat ini yang harus diurus dengan spesifikasi dan klausul kontrak yang berbeda-beda, dengan nilai kontrak berada kisaran US$1,8 miliar untuk tahun ini saja,” kata Ketua Umum Perhapi Sudirman Widhy Hartono saat dihubungi, Senin (8/6/2026). 

Sudirman menambahkan kontrak ekspor yang sedang berlangsung tahun ini sudah disepakati jauh sebelum hadirnya PT DSI, sehingga para eksportir batu bara telah terikat kontrak penjualan jangka panjang dengan para pembeli dari luar negeri. 


“Para produsen batu bara di negara kita sudah memiliki riwayat yang cukup panjang dalam membuat kesepakatan-kesepakatan jual-beli dengan end user yang membuat para end user ini setia untuk membeli komoditas batu bara dari pemasok-pemasok tersebut. Ini sudah diikat dengan long term sales contract,” tambahnya.

Coal train./Bloomberg-Justin Merriman

Menurutnya, jika hanya diatur oleh satu badan saja, kontrak ekspor miliaran dolar ini akan kesulitan diselesaikan oleh PT DSI, termasuk untuk memenuhi setiap permintaan pembeli sesuai dengan kontrak yang sudah berjalan.