Logo Bloomberg Technoz

Ia mencontohkan, pertumbuhan pajak yang cukup signifikan diterima oleh pemerintah pada Mei 2026, meningkat 22,1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, Purbaya juga meyakinkan bahwa secara fiskal, Indonesia masih masuk ke dalam kategori yang cukup sehat.

“Pada dasarnya aman. Di bulan Mei, defisitnya naik sedikit dibanding April ke 0,7%. Tapi kalau itu [Mei] kan 5 bulan, yang itu [April] kan 4 bulan. Kalau kita hitung 12 per 5 kali 0,7, kasarannya ya antara 1,8% ke PDB Rasio defisitnya,” katanya.

Sebelumnya, Purbaya memang menyebut bahwa dirinya berencana untuk bertemu S&P Rabu (3/6/2026) kemarin. Hal ini sekaligus sebagai bantahan rumor mengenai penurunan rating utang Indonesia. 

“Saya pikir banyak rumor di dalam negeri yang pasti ketika S&P datang ke sini, ada rumor S&P akan mendowngrade. Padahal saya baru mau ketemu nanti malam,” kata Purbaya ditemui di Kompleks Parlemen, Rabu (3/6/2026). 

Rumor penurunan rating memang berkembang di pasar sejak beberapa hari terakhir, sehingga dinilai menjadi salah satu alasan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) anjlok.

S&P sendiri sudah berada di Jakarta sejak Selasa (2/6/2026), bertemu dengan perwakilan dari pemerintah dan regulator terkait di pasar keuangan, termasuk dengan Danantara.

Bendahara Negara tersebut sebelumnya juga sudah bertemu dengan pihak S&P saat berada di di Washington, AS. Dalam diskusi mereka, Purbaya meyakini pemahaman S&P terhadap Indonesia semakin membaik.

(ell)

No more pages