Logo Bloomberg Technoz

IMA Desak Percepatan Birokrasi Demi Jaga Pasar Batu Bara RI

Sabrina Mulia Rhamadanty
04 June 2026 16:00

Alat berat beroperasi di tambang batu bara terbuka PT Bukit Asam di Tanjung Enim, Sumatra Selatan./Bloomberg-Dadang Tri
Alat berat beroperasi di tambang batu bara terbuka PT Bukit Asam di Tanjung Enim, Sumatra Selatan./Bloomberg-Dadang Tri

Bloomberg Technoz, Jakarta - Asosiasi Pertambangan Indonesia (API/IMA) menegaskan pentingnya transparansi dan efisiensi dalam pengelolaan ekspor batu bara dan mineral, terutama dalam menghadapi dugaan praktik transfer pricing yang berujung underinvoicing pada ekspor komoditas.

IMA meyakini bahwa sistem pelaporan dan pengawasan terintegrasi yang diterapkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) selama dekade terakhir telah berjalan dengan baik dalam mencegah praktik underinvoicing

Menurut IMA, penerapan harga acuan batu bara dan mineral yang solid, disertai pengawasan ekspor oleh surveyor pemerintah dan bea cukai, merupakan langkah penting dalam menjaga integrasi pasar batu bara.


“Dengan adanya mekanisme pengawasan digital yang terintegrasi dan melibatkan berbagai instansi diyakini sudah berjalan baik. Oleh karena itu, langkah-langkah penegakan hukum yang tegas diperlukan jika didapati pelanggaran, guna menciptakan iklim usaha yang adil dan berkelanjutan,” kata Sari Esayanti, Direktur Eksekutif IMA, dalam keterangan tertulis, Kamis (4/6/2026).

Menanggapi rencana tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam strategis melalui satu pintu yaitu PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI), IMA juga menyerukan perlunya proses yang transparan dan cepat.