Purbaya Gelontorkan Rp8 T demi Stabilkan Rupiah di Pasar Obligasi
Mis Fransiska Dewi
04 June 2026 15:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah telah mengucurkan anggaran senilai Rp8 triliun di pasar obligasi untuk meredam penurunan nilai tukar rupiah. Pelemahan nilai tukar rupiah sudah terjadi secara beruntun dalam beberapa bulan terakhir.
Lebih lanjut, pemerintah juga menjaga imbal hasil (yield) surat utang pemerintah atau obligasi agar dapat meningkatkan daya tarik bagi investor asing. Ketika banyak dana asing masuk lewat obligasi, maka nilai tukar rupiah diharapkan menguat.
“Mungkin Rp8 triliun lebih yang di obligasi, sebenarnya tidak boleh diomongin tetapi biar anda tahu saya intervensi sedikit. Terus yield 10 tahun kan relatif stabil, jadi dampaknya ada ke surat utang kita,” kata Purbaya di Kompleks DPR, Kamis (4/6/2026).
Diketahui, tekanan terhadap rupiah belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Pada pembukaan perdagangan Kamis (4/6/2026), nilai tukar rupiah langsung melemah 0,06% ke level Rp17.960 per dolar AS. Pelemahan tersebut berlanjut dengan cepat. Kurang dari setengah jam setelah pasar dibuka, rupiah tergerus hingga Rp17.995/US$ pada pukul 09.04 WIB.
Momentum pelemahan kemudian membawa rupiah melewati batas psikologis yang selama ini menjadi perhatian pelaku pasar. Tepat pada pukul 09.16 WIB, mata uang Garuda menembus level Rp18.000/US$, mencetak rekor terendah baru sepanjang sejarah. Pada 09.25 WIB, rupiah berlanjut melemah 0,25% ke posisi Rp18.020/US$.




























