Logo Bloomberg Technoz

BI Buka Suara Soal Rupiah Melemah hingga Tembus Rp18.000/US$

Redaksi
04 June 2026 13:22

Gedung Bank Indonesia. (Bloomberg)
Gedung Bank Indonesia. (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) merespons kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang terus melemah hingga ke level psikologis Rp18.000/US$ pada pagi hari ini, Kamis (4/6/2026).

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menjelaskan pelemahan nilai tukar masih dipengaruhi oleh tensi geopolitik Timur Tengah yang kembali tereskalasi dan menghambat prospek damai, sehingga mendorong harga minyak tetap tinggi dan meningkatkan risiko inflasi global serta arus dana keluar dari negara berkembang, termasuk Indonesia.

"Selain itu, kebutuhan domestik masih cukup besar sesuai dengan pola repatriasi dividen dan pembayaran utang luar negeri," kata Destry dalam keterangan tertulis, Kamis (4/6/2026). 


Untuk itu, dia menegaskan bank sentral akan terus hadir di pasar dan meningkatkan intensitas intervensi untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan stabilitas nilai tukar rupiah terjaga sesuai dengan fundamentalnya.

"Selain itu, memperkuat struktur suku bunga instrumen moneter pro-market untuk tetap menarik aliran modal masuk ke instrumen aset domestik," tutur Destry.