Eramet Bidik RKAB WBN Direvisi Jadi 42 Juta Ton, Serupa 2025
Azura Yumna Ramadani Purnama
04 June 2026 15:10

Bloomberg Technoz, Jakarta - Eramet Indonesia membidik kuota produksi PT Weda Bay Nickel (WBN) dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 dapat direvisi dari sebelumnya sebesar 12 juta ton, menjadi seperti angka tahun sebelumnya sekitar 42 juta ton.
CEO Eramet Indonesia Jerome Baudlet mengungkapkan revisi RKAB biasanya diajukan pada Juli setiap tahunnya. Jika disetujui, perusahaan bakal mendapatkan persetujuan RKAB pada rentang Juli hingga September.
Adapun kuota produksi bijih nikel dalam RKAB 2026 milik PT WBN yang disetujui Kementerian ESDM hanya disetujui sekitar 12 juta ton, dari kuota produksi tahun sebelumnya sebesar 42 juta ton.
“Jadi Weda Bay Nickel, maksud saya kami memproduksi 42 juta tahun lalu. Jadi jelas kami bisa meminta jumlah yang sama, tetapi ini ada di tangan pemerintah. Jadi kami menghormati keputusan mereka, kami hanya berharap mereka akan memberikan cukup bagi kami untuk mempertahankan operasi,” kata Baudelet kepada awak media di sela Indonesia Critical Mineral Conference, Kamis (4/6/2026).
Baudelet mengungkapkan kapasitas produksi bijih tambang WBN mencapai 60 juta ton per tahun, sehingga perseroan menyanggupi memproduksi bijih hingga 42 juta ton pada tahun ini jika nantinya RKAB hasil revisi baru disetujui direntang Juli–September.




























