Logo Bloomberg Technoz

Goldman Sachs Soroti Risiko Ganda yang Bayangi Harga Minyak

News
01 June 2026 10:00

Tanker minyak di pelabuhan China./dok. Bloomberg
Tanker minyak di pelabuhan China./dok. Bloomberg

Bloomberg News

Bloomberg, Goldman Sachs Group Inc melihat adanya risiko dua sisi terhadap harga minyak dunia saat ini, di mana penurunan permintaan global bersaing dengan berkurangnya pasokan dari Timur Tengah akibat perang di Iran.

Data penjualan minyak bulan April dari China dan Eropa Barat secara bersamaan mengindikasikan adanya risiko penurunan sekitar 2 juta barel per hari terhadap estimasi permintaan dari bank investasi tersebut—yang sebelumnya sudah dikategorikan "rendah" untuk bulan itu. Analisis dari para ekonom Goldman Sachs, termasuk Daan Struyven, dalam catatan tertulis per 31 Mei menyebutkan bahwa kondisi tersebut menambah risiko penurunan sekitar US$10 per barel terhadap proyeksi harga minyak mentah Brent yang sebelumnya diperkirakan sebesar US$90 per barel pada kuartal keempat.


Pasar minyak global saat ini tengah terguncang oleh dampak perang Iran. Pengiriman dari produsen Teluk Persia melalui Selat Hormuz menyusut drastis, yang berujung pada penghentian produksi jutaan barel minyak. Harga minyak mentah acuan Brent tercatat telah melonjak lebih dari seperempat sejak konflik pecah pada akhir Februari lalu. Lonjakan ini pada akhirnya memicu penurunan konsumsi, khususnya pada bahan bakar jet serta bahan baku petrokimia.

"Kami melihat adanya risiko kenaikan harga yang signifikan akibat potensi hilangnya pasokan Timur Tengah dalam jangka panjang, tetapi di sisi lain terdapat juga risiko penurunan harga yang berarti akibat melemahnya permintaan," kata para analis Goldman Sachs. "Permintaan riil minyak dari pengguna akhir kemungkinan telah turun lebih dalam sebagai respons terhadap harga yang lebih tinggi dari perkiraan."