Logo Bloomberg Technoz

Volume impor minyak China diperkirakan merosot ke level yang belum pernah terjadi sejak masa pandemi. Situasi perang ini menyingkap sejauh mana permintaan dari negara tersebut telah hilang dan kemungkinan tidak akan kembali dalam waktu dekat. Menurut lembaga konsultan Energy Aspects Ltd yang berbasis di London, China sebagai importir minyak mentah terbesar di dunia kemungkinan hanya akan menerima pengiriman sebesar 10,9 miliar barel per hari pada tahun ini.

Di pasar berjangka, minyak Brent diperdagangkan di kisaran US$93 per barel pada hari Senin (1/6), setelah sempat ditutup pada level terendah dalam enam pekan terakhir pada hari Jumat lalu seiring munculnya optimisme terkait prospek kesepakatan damai antara AS dan Iran.

(bbn)

No more pages