Logo Bloomberg Technoz

DSI Mesti Urus Ekspor Batu Bara 1,5 Juta Ton/Hari, Butuh 23 Kapal

Azura Yumna Ramadani Purnama
31 May 2026 15:00

Balikpapan Coal Terminal (BCT) dimiliki dan dioperasikan oleh Bayan Group (Dok. PT Bayan Resources)
Balikpapan Coal Terminal (BCT) dimiliki dan dioperasikan oleh Bayan Group (Dok. PT Bayan Resources)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Praktisi industri batu bara Hary Kristiono menyoroti kemampuan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dalam menjalankan kebijakan ekspor satu pintu, sebab anak usaha BPI Danantara itu diprediksi bakal mengurus sekitar 1,5 juta ton ekspor batu bara per hari.

Kristiono, yang juga pengurus Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi), meramal ekspor batu bara dengan volume sebesar itu memerlukan setidaknya 23 kapal tanker jenis Panamax setiap harinya.

Adapun, perkirakan ekspor batu bara yang bakal ditangani PT DSI dihitung Kris dengan asumsi besaran ekspor batu bara Indonesia serupa seperti tahun lalu sekitar 536 juta ton.


“Dengan  asumsi ekspor sama dengan tahun lalu di 536 juta metrik ton [mt] atau 1,5 juta mt/hari atau 23 kapal sekelas Panamax/hari; bagaimana dokumentasinya? Itu akan menjadi pekerjaan administrasi yang sangat besar, [belum lagi dengan] bagaimana payment term-nya,” kata kata Kristiono yang juga CEO Ucoal, dikutip Minggu (31/5/2026).

Indonesia is the world’s largest supplier of thermal, or power-station, coal, accounting for almost 40% of the seaborne market last year./Bloomberg

Dia menilai mengurus 23 kapal per hari untuk pengangkutan batu bara membutuhkan kerja ekstra, terlebih jika penjualan dilakukan melalui skema free on board barge (FOBB).