Bagi Indonesia, potensi kenaikan harga bahan bakar dapat menimbulkan tekanan inflasi domestik, memperbesar beban subsidi energi dalam APBN, "Serta meningkatkan biaya transportasi dan logistik yang dapat berdampak pada sektor industri dan konsumsi rumah tangga."
Selain faktor eksternal tersebut, Indonesia juga menghadapi sejumlah tantangan domestik yang dapat memengaruhi prospek pertumbuhan pada 2027.
"Tantangan utama antara lain adalah masih terbatasnya produktivitas sektor manufaktur, ketergantungan pada komoditas primer, serta rendahnya kedalaman sektor keuangan yang membatasi pembiayaan bagi sektor produktif," demikian tercantum dalam laporan.
Selain itu, kualitas sumber daya manusia dan kesenjangan keterampilan tenaga kerja masih menjadi isu penting dalam mendorong transformasi ekonomi menuju sektor bernilai tambah tinggi.
Tantangan lainnya adalah kebutuhan pembiayaan pembangunan yang besar di tengah komitmen untuk menjaga defisit fiskal tetap terkendali. Dalam hal peningkatan investasi, Indonesia masih dihadapkan tantangan untuk mendorong investasi lebih tinggi.
Peningkatan efisiensi regulasi dan koordinasi kebijakan untuk menciptakan iklim usaha yang lebih kompetitif dan menarik investasi jangka panjang merupakan hal penting yang harus terus didorong agar pertumbuhan ekonomi di 2027 bisa lebih kuat.
Tantangan Jangka Menengah
Dalam jangka menengah, tantangan yang lebih fundamental berkaitan dengan transformasi struktural ekonomi dan peningkatan produktivitas. Pertumbuhan Indonesia masih sangat bergantung pada konsumsi domestik dan komoditas, sementara kontribusi sektor manufaktur berteknologi tinggi dan industri bernilai tambah masih relatif terbatas. Selain itu, peningkatan produktivitas industri belum sepenuhnya diikuti oleh peningkatan penyerapan tenaga kerja.
Hal ini berarti Indonesia akan menghadapi tantangan dalam penciptaan lapangan kerja yang cukup dan sesuai untuk penduduk Indonesia yang sebagian besar masih berusia produktif.
Tanpa reformasi struktural yang memperkuat daya saing industri, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mempercepat diversifikasi ekonomi, Indonesia berpotensi mengalami “middle-income trap” dan kesulitan mencapai target pertumbuhan yang lebih tinggi dalam jangka panjang.
(lav)





























