Kinerja APBN Semester I: Fiskal Terjaga, Ruang Pembiayaan Memadai
Redaksi
09 July 2026 15:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Keuangan baru saja melaporkan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBN) paruh pertama tahun ini kepada para wakil rakyat.
Hasilnya tak mengecewakan. Terbukti, defisit APBN tercatat hanya Rp196,5 triliun atau 0,76% terhadap produk domestik bruto (PDB). Angka ini lebih rendah dibanding realisasi periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp204,2 triliun atau 0,84% terhadap PDB.
Angka defisit diperoleh dari nominal pendapatan negara yang lebih rendah dibanding belanja negara. Tercatat, pendapatan negara sampai semester I 2026 sebesar Rp1.459,4 triliun atau melonjak 21,4% secara tahunan. Sementara itu, belanja negara Rp1.656 triliun atau meningkat 17,8%.
Menanggapi hal itu, ejumlah ekonom menilai realisasi APBN semester I-2026 yang mengalami defisit 0,76% terhadap PDB menunjukkan bahwa pengelolaan fiskal pemerintah relatif terjaga dan masih berada dalam koridor yang kredibel.
Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M Rizal Taufikurahman menjelaskan kondisi ini mencerminkan ruang pembiayaan yang masih memadai, sehingga dapat memperkuat kepercayaan investor terhadap stabilitas fiskal Indonesia.































