Logo Bloomberg Technoz

ADB Pangkas Proyeksi Pertumbuhan ASEAN, RI Tetap 5,2%

Redaksi
09 July 2026 17:00

Asian Development Bank (Dok. ADB)
Asian Development Bank (Dok. ADB)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Asian Development Bank (ADB) merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi kawasan Asia Tenggara menjadi sebesar 4,5% dari sebelumnya sebesar 4,6%. Tak cuma ASEAN, pertumbuhan ekonomi negara Asia Tenggara berkembang (Developing Southeast Asia) juga direvisi.

“Untuk kawasan Developing Southeast Asia, proyeksi pertumbuhan ekonomi direvisi turun menjadi 4,6% pada 2026 dan dipertahankan sebesar 4,8% pada 2027,” kata laporan ADB dalam laporannya, dikutip Kamis (9/7/2026).

Menurut ADB, Konflik di Timur Tengah telah melemahkan permintaan eksternal, meningkatkan ketidakpastian global, mengganggu rantai pasok, serta mendorong kenaikan biaya input dan harga komoditas.


Meski penurunan proyeksi kawasan hanya sebesar 0,1 poin persentase (pps), ADB menilai dampaknya berbeda di setiap negara. Filipina menjadi salah satu negara yang mengalami revisi turun akibat tertundanya investasi, melemahnya konsumsi swasta karena kenaikan harga komoditas, serta meningkatnya risiko terkait perubahan iklim.

Meski demikian target pertumbuhan Indonesia tetap relatif stabil. ADB mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,2% pada 2026 dan 5,2% pada 2027, tanpa perubahan dari perkiraan sebelumnya.