Logo Bloomberg Technoz

Sepanjang Mei, Rupiah Jadi yang Terlemah di Asia

Tim Riset Bloomberg Technoz
29 May 2026 15:35

Karyawan menghitung mata uang rupiah di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung mata uang rupiah di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah menutup perdagangan hari ini, Jumat (29/5/2026), dengan pelemahan 0,48% ke posisi Rp17.874/US$. Ini menjadi posisi rupiah yang terlemah sepanjang sejarah.

Hari ini juga menandai perdagangan terakhir pada Mei. Sepanjang bulan ini, mata uang Ibu Pertiwi membukukan depresiasi 2,91%. Rupiah pun sah melemah tiga bulan beruntun.

Pelemahan rupiah terjadi kala sentimen investor global terkait konflik Amerika Serikat (AS) dengan Iran sedikit mereda. Kesepakatan sementara: gencatan senjata selama 60 hari membawa narasi optimisme bahwa perang yang mengganggu Selat Hormuz, setidaknya akan berakhir. 


Pergerakan mata uang Asia pun menyambut positif sinyal ini, meski tidak semua. Baht Thailand, ringgit Malaysia, rupee India, dolar Taiwan, yuan China dan offshore, serta peso Filipina tercatat berhasil rebound pada sesi perdagangan hari ini.

Sebaliknya, won Korea Selatan, rupiah, serta dolar Singapura tercatat melemah paling dalam.
 

Mata uang kawasan Asia dalam sesi perdagangan Jumat (29/5/2026) sore 15.02 WIB. (Bloomberg)