Logo Bloomberg Technoz

Aksi Jual Berlanjut di Pasar SUN Seiring Kejatuhan Rupiah

Redaksi
29 May 2026 11:19

Ilustrasi Surat Utang (Diolah)
Ilustrasi Surat Utang (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pasar obligasi mencatat aksi jual pada sesi perdagangan Jumat siang (29/5/2026), seiring pelemahan nilai tukar rupiah.

Imbal hasil (yield) di pasar Surat Utang Negara (SUN) tenor pendek dan menengah terkerek naik. Yield tenor 4 tahun mengalami kenaikan paling besar 3,1 basis poin (bps) ke 6,76%, disusul tenor 1 tahun, naik 2,1 bps ke 6,67%, dan tenor 5 tahun naik 1,7 bps ke 6,74%. 

Sementara, di tenor panjang seperti 9 tahun juga mencatatkan kenaikan 2,1 bps ke 6,83%, dan tenor 8 tahun naik 0,4 bps ke 6,8%. Sedangkan, yield tenor acuan 10 tahun tercatat stagnan di posisi 6,7%.


Aksi jual hari ini melanjutkan tekanan yang terjadi pada Selasa (26/5/2026), sebelum pasar domestik tutup dalam rangka Idul Adha. 

Pergerakan yield SUN pada Jumat (29/5/2026), pukul 10.50 WIB. (Bloomberg)

Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekuritas, Lionel Priyadi, memproyeksikan yield SUN tenor 10 tahun akan terkerek naik ke rentang 6,7% hingga 6,8% akibat tekanan nilai tukar rupiah yang terdepresiasi.