Logo Bloomberg Technoz

Ekonom Ungkap Penyebab Rupiah Terus Melemah hingga Rp17.865/US$

Sultan Ibnu Affan
29 May 2026 10:12

Karyawan memegang mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan memegang mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom berpandangan penyebab nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang hampir menyentuh Rp17.850/US$ pada pagi ini disebabkan minimnya kepercayaan investor asing hingga sentimen negatif dari aturan terbaru terkait tata kelola ekspor Sumber Daya Alam (SDA). 

Rupiah membuka perdagangan pasar spot hari ini, Jumat (29/5/2026), dengan pelemahan 0,02% ke posisi Rp17.793/US$, setelah pasar domestik libur perdagangan dua hari dalam rangka peringatan Idul Adha. 

Tak lama berselang, rupiah melanjutkan pelemahannya ke 0,3% ke menjadi Rp17.843/US$ pada 09:04 WIB, dan kembali menyentuh posisi terlemah sepanjang sejarah. 


Head of Macroeconomics & Market Research Permata Bank Faisal Rachman mengungkapkan terdapat sejumlah faktor pelemahan rupiah saat ini. Pertama pembayaran return aset keuangan domestik ke nonresiden masih berlangsung hingga saat ini. Selanjutnya juga terdapat sentimen negatif dari aturan terbaru terkait tata kelola ekspor SDA.

Kemudian, perlunya kepercayaan atau trust bagi investor asing yang ingin menanamkan modal di Tanah Air.