Logo Bloomberg Technoz

Manuver Investor Asing Kala IHSG Finis di Jalur Hijau

Muhammad Julian Fadli
14 July 2026 09:16

Layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (15/1/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (15/1/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pada perdagangan saham kemarin, Senin (13/7/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 113,48 poin (1,92%) di posisi 6.037 berkat laporan S&P Global Ratings yang tetap mempertahankan sovereign credit rating Indonesia di BBB dengan outlook stabil.

Namun berseberangan dengan tren penguatan IHSG, investor asing masih melangsungkan jual bersih (net sell) mencapai Rp437,66 miliar di perdagangan saham seluruh pasar. Di pasar reguler investor asing net sell Rp412,5 miliar.

Adapun investor asing net sell terbesar pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencapai Rp490,8 miliar. Enggan tertekan, saham BBCA tetap berhasil menguat 0,81% di posisi Rp6.225/saham.

Penutupan Saham BBCA pada Selasa 13 Juli 2026 (Bloomberg)

Berikut 10 saham dengan angka net sell paling masif oleh investor asing sepanjang perdagangan kemarin:

  1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp490,8 miliar
  2. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) Rp159,57 miliar
  3. PT Astra International Tbk (ASII) Rp88,7 miliar
  4. PT Timah Tbk (TINS) Rp28,62 miliar
  5. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) Rp27,14 miliar
  6. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Rp16,95 miliar
  7. PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) Rp16,87 miliar
  8. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp14,95 miliar
  9. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp14,33 miliar
  10. PT Elnusa Tbk (ELSA) Rp12,5 miliar

Sementara itu, diam–diam investor asing net buy terbesar pada saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencapai Rp89,68 miliar. Terdorong tren pembelian, saham TPIA menguat 4,71% di posisi Rp1.890/saham.