Logo Bloomberg Technoz

Masih Pagi, Rupiah Sudah Nyaris Rp17.850/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
29 May 2026 09:14

Karyawan mengambil mata uang rupiah di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan mengambil mata uang rupiah di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah membuka perdagangan pasar spot hari ini, Jumat (29/5/2026), dengan pelemahan 0,02% ke posisi Rp17.793/US$, setelah pasar domestik libur perdagangan dua hari dalam rangka peringatan Idul Adha. 

Tak lama berselang, rupiah melanjutkan pelemahannya ke 0,3% ke menjadi Rp17.843/US$ pada 09:04 WIB, dan kembali menyentuh posisi terlemah sepanjang sejarah. 

Pergerakan rupiah spot dalam pembukaan Jumat (29/5/2026). (Bloomberg)

Indeks dolar Amerika Serikat (AS) belum banyak berubah di level 98,98 dan harga minyak mentah jenis Brent terus jinak dengan pelemahan 0,29% ke harga US$93,44 per barel. Kabar adanya kesepakatan sementara antara AS-Iran membawa angin segar bagi pergerakan mata uang kawasan. 


Penguatan datang dari baht Thailand, ringgit Malaysia, peso Filipina, dolar Taiwan, yuan China, dan yuan offshore. Sementara, won Korea Selatan, rupiah, dolar Singapura, dan yen Jepang bergerak di zona merah hari ini. 

Pergerakan mata uang Asia (Bloomberg)

Bagi rupiah, tekanan bukan sekadar datang dari fundamental ekonomi yang buruk, tetapi juga sentimen pasar yang melihat kombinasi tekanan global, arah kebijakan domestik, dan adanya ketidakjelasan proses penyesuaian ekonomi.