Di Luar Negeri, Rupiah Hampir Rp18.200/US$
Tim Riset Bloomberg Technoz
14 July 2026 08:17

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai kontrak rupiah di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF) masih menunjukkan volatilitas tinggi. Pada perdagangan offshore Selasa (14/6/2026), rupiah dibuka melemah 0,01% ke Rp18.158/US$.
Tak lama berselang, mata uang Nusantara makin terdepresiasi 0,14% ke posisi Rp18.182/US$ pada 07:01 WIB. Akan tetapi, rupiah berhasil membalikkan kedudukan dengan menguat 0,03% menjadi Rp18.151/US$ pada 07:48 WIB.
Volatilitas yang tejadi pada rupiah dipicu oleh ketidakpastian geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Perseteruan AS dan Iran kembali meruncing dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut kembali memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal Iran yang melintasi Selat Hormuz dan menuntut kompensasi sebesar 20% atas seluruh kargi lain yang dikirim lewat selat tersebut.
Sikap Trump kembali menimbulkan ketidakpastian di jalur perdagangan strategis itu, dan membuat harga minyak Brent melonjak 9,59% ke level US$83,3 per barel, serta memperkuat posisi aset safe haven, seperti dolar AS yang indeks terhadap enam mata uang utama menjadi 101,28.
Hal ini membuat penguatan mata uang Asia tertahan. Dari zona hijau, hanya sedikit mata uang menguat dengan perubahan sangat terbatas.

























