Ekspor Listrik ke Singapura Berpotensi Pasok Devisa Rp19 T/Tahun
Sabrina Mulia Rhamadanty
14 July 2026 09:20

Bloomberg Technoz, Jakarta – Proyek strategis ekspor listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) dari Indonesia ke Singapura dinilai menyimpan potensi ekonomi yang sangat masif bagi ketahanan fiskal nasional, termasuk tambahan devisa hingga Rp19 triliun.
Peneliti Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Badiul Hadi mengatakan, dengan rencana kapasitas ekspor yang mencapai 3,4 gigawatt (GW), total produksi listrik hijau yang dihasilkan untuk proyek ini diperkirakan berada di kisaran 8,9 terawat hour (TWh) per tahun.
Berdasarkan kalkulasi keekonomian saat ini, nilai komoditas tersebut sangat menjanjikan bagi penerimaan negara.
“Estimasi saya, dengan kapasitas ekspor 3,4 GW, produksi sekitar 8,9 TWh per tahun, dan harga US$80—US$120/MWh, potensi ekspor mencapai US$700 juta—US$1,1 miliar atau sekitar Rp12—Rp19 triliun per tahun [kurs Rp17.000/US$]. Nilainya dapat meningkat jika memperoleh green premium,” ujar Badiul saat dihubungi, Selasa (14/7/2026).
Faktor Pendorong































