Logo Bloomberg Technoz

Ekonomi Singapura Q2-2026 Tumbuh 5,7%, Tersendat Tensi Geopolitik

News
14 July 2026 09:10

Gedung-gedung di cakrawala Singapura. (Wei Leng Tay/Bloomberg)
Gedung-gedung di cakrawala Singapura. (Wei Leng Tay/Bloomberg)

Isabelle Chong - Bloomberg News

Bloomberg, Perekonomian Singapura mencatatkan pertumbuhan yang melambat seiring berlanjutnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Situasi tersebut mulai menahan laju lonjakan ekspor yang sebelumnya sempat terdorong oleh tren booming teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Berdasarkan rilis estimasi awal dari Kementerian Perdagangan dan Industri (MTI) pada hari Selasa (14/7), produk domestik bruto (PDB) Singapura tumbuh 5,7% pada kuartal kedua dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Angka pertumbuhan ini lebih rendah dari capaian kuartal sebelumnya (Januari-Maret) yang direvisi menjadi sebesar 6,3%, namun masih sedikit di atas estimasi median survei Bloomberg sebesar 5,5%.


Perlambatan ini mengindikasikan bahwa tingginya permintaan terhadap produk elektronik berbasis AI tampaknya belum cukup kuat untuk sepenuhnya melindungi perekonomian Singapura dari ketidakpastian geopolitik global yang meningkat. Meskipun ekspor produk elektronik sempat melonjak hampir dua kali lipat pada Mei lalu dibanding tahun sebelumnya, konflik yang kembali membara di Timur Tengah kini mulai membayangi prospek perdagangan dan investasi negara tersebut.

Menurut data MTI, sektor manufaktur menjadi satu-satunya sektor yang mencatatkan akselerasi pertumbuhan secara tahunan (year-on-year) pada kuartal ini. Sementara itu, sektor konstruksi serta seluruh sektor jasa dilaporkan bergerak melambat.