Dibuka Merah, Rupiah Berbalik Menguat
Tim Riset Bloomberg Technoz
14 July 2026 09:27

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah dibuka melemah pada sesi perdagangan Selasa (14/7/2026) dengan depresiasi tipis 0,03% ke posisi Rp18.110/US$. Tak lama berselang, mata uang Ibu Pertiwi berbalik menguat terbatas 0,02% ke Rp18.102/US$ pada 09:18 WIB.
Penguatan rupiah ditopang oleh pengumuman S&P Ratings yang mempertahankan posisi investment grade bagi obligasi pemerintah Indonesia. Keputusan lembaga rating global menyematkan pasar keuangan RI sebagai layak investasi memberi angin segar di tengah ketidakpastian geopolitik saat ini.
Meski begitu, kembali memanasnya tensi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Selat Hormuz berpotensi menaikkan premi aset di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Selain itu, ketegangan mulai memicu kenaikan harga minyak mentah Brent ke US$84,2 per barel, dan meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global serta kawasan.
Dari pasar mata uang Asia, hanya sedikit mata uang yang mampu bersikap defensif. Won Korea Selatan menguat 0,19%, disusul dolar Taiwan dan yen Jepang yang lebih terbatas hanya 0,02% dan 0,01%. Sementara, hampir semua mata uang lainnya melemah.
Kekhawatiran investor di kawasan ini tak cuma tertuju pada melinjaknya harga energi, tetapi juga potensi kembalinya lonjakan harga pangan. Kombinasi konflik di Timur Tengah yang kembali mengerek harga minyak dan ancaman fenomena El Nino dinilai dapat memicu gelombang inflasi baru setelah tekanan harga sempat mereda.
































