Logo Bloomberg Technoz

Diskon Solar Nelayan 400.000 Kl Didanai Pungutan Ekspor CPO

Azura Yumna Ramadani Purnama
14 July 2026 09:00

Mesin mengekstrak minyak kelapa sawit dari tandan buah segar di fasilitas pemrosesan./Bloomberg-Ivan Valencia
Mesin mengekstrak minyak kelapa sawit dari tandan buah segar di fasilitas pemrosesan./Bloomberg-Ivan Valencia

Bloomberg Technoz, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan diskon solar nonsubsidi untuk kapal nelayan dengan kapasitas 30—200 gross tonnage (GT) menjadi Rp15.000/liter bakal memanfaatkan dana pungutan ekspor (PE) minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO).

Bahlil menjelaskan diskon atau insentif Rp3.600/liter itu diberikan dari dana PE CPO yang dikelola Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), sehingga tidak akan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Pemerintah menetapkan harga khusus solar untuk kapal nelayan di atas 30 GT diberikan dalam jangka waktu 6 bulan, dengan kuota sebanyak 400.000 kiloliter (kl).


Nah ini nanti agar tidak disalahgunakan nanti kita akan minta titik-titiknya akan ditentukan oleh koordinasikan dengan Menteri Perikanan. Supaya apa? Jangan sampai niat baik pemerintah untuk membantu nelayan, tetapi kemudian salah dipergunakan,” kata Bahlil usai rapat terbatas di Hambalang, dikutip dari siaran Sekretariat Presiden, Senin (13/7/2026) malam.

Seorang petugas mengisi bahan bakar jerigen dengan solar di SPBU PT Pertamina di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan./Bolomberg-Dimas Ardian

Dalam kesempatan itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga hartarto mengungkapkan harga solar nonsubsidi untuk nelayan sempat melonjak hingga Rp21.300/liter, tetapi rata-rata harga produksi solar adalah sekitar Rp18.600/liter.