Logo Bloomberg Technoz

‘‘Sejak awal 2026, kami melihat bahwa memang terdapat peningkatan porsi DPK Valas terhadap DPK total. Namun demikian, peningkatan DPK Valas masih tergolong wajar sehingga porsi DPK Valas terhadap DPK total sampai saat ini relatif stabil dan bergerak pada kisaran 15%-16%’’, kata Dian.

Dian mengatakan, meningkatnya porsi DPK Valas, khususnya di deposito lantaran suku bunga yang ditawarkan bank besar cukup kompetitif. Ini juga disebut menjadi insentif bagi eksportir yang menempatkan dananya di dalam negeri. 

Likuiditas Memadai

Di sisi lain, kata dia, tingkat permodalan atau Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan dalam negeri juga masih cukup tinggi untuk menjadi buffer dalam menyerap risiko yang dihadapi.  

Ini didukung oleh rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) pada April 2026 sebesar 86,88% dan Alat Likuid/NonCore Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/DPK (AL/DPK) masing-masing tercatat sebesar 111,13% dan 25,39% atau jauh di atas thresold masing-masing 50% dan 10%.

"Dengan demikian, fungsi intermediasi serta layanan transaksi valuta asing kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik," tutur Dian.

Namun, OJK tetap mencermati potensi second round impact yang berasal dari meningkatnya tekanan yang berasal dari imported inflation maupun cost-push inflation seiring dengan kenaikan harga minyak global.

OJK menilai fluktuasi permintaan valas yang terjadi sebagai bagian dari respon diversifikasi aset yang wajar dan terukur. 

 "OJK senantiasa melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terkait perubahan nilai tukar dan dampaknya terhadap perbankan."

(lav)

No more pages