Rupiah Dibuka Melemah, Kontrol Ekspor Jadi Sorotan Pasar
Tim Riset Bloomberg Technoz
22 May 2026 09:16

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pergerakan rupiah di pasar spot pagi ini masih tertekan, meski sentimen global sedikit mereda dengan adanya dialog antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Hari ini, Jumat (22/5/2026), rupiah dibuka melemah 0,11% ke posisi Rp17.673/US$. Kemudian tak lama berselang, rupiah melemah lebih dalam 0,27% ke Rp17.702/US$ pada 09:13 WIB.
Rupiah melemah bersama enam mata uang lainnya di kawasan. Won Korea Selatan, ringgit Malaysia, yen Jepang, dola Singapura, baht Thailand, dan dolar Hong Kong bergerak di zona merah. Sebaliknya, peso Filipina, dolar Taiwan, yuan China berhasil rebound.
Indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama masih berada di level 99,24, sementara harga minyak mentah Brent naik 1,97% dan terus bertahan tinggi di level US$104,94 per barel, dan WTI ikut terkerek 1,85% ke US$98,13 per barel.
Lonjakan harga energi meningkatkan tekanan terhadap neraca perdagangan sekaligus memperbesar risiko imported inflation, di tengah kondisi permintaan domestik yang belum sepenuhnya pulih.




























