Logo Bloomberg Technoz

Sejumlah saham–saham barang baku yang menjadi pendorong kenaikan IHSG; saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang melesat 24,7%, saham PT  Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) yang menguat 19,6%, dan saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dengan kenaikan 18,8%.

Senada, saham energi juga ikut menguat, saham PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) terbang 24,4%, saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) melesat 22,1%, searah dengan saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) yang menguat 13,6%, dan saham PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) melejit 13,4%.

Saham LQ45 yang berisikan saham–saham unggulan juga ikut menghijau dengan penguatan mencapai 0,66% menuju posisi 620,44.

Saham–saham LQ45 yang bergerak pada zona hijau hingga menjadi penopang laju IHSG antara lain, saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) melesat 13,1%, dan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan kenaikan 12,8%.

Tren positif juga terjadi pada saham LQ45 berikut, saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menguat 9,55%, saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) melejit 9,39%. Dan juga saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) melesat 9,22%.

Penutupan Saham HRTA pada Selasa 19 Mei 2026 (Bloomberg)

Adapun IHSG melaju searah dengan Bursa Asia yang melesat di zona penguatan. KOSDAQ (Korea Selatan), NIKKEI 225 (Tokyo), Shenzhen Comp. (China), TW Weighted Index (Taiwan), CSI 300 (China), Topix (Jepang), Shanghai Composite (China), Hang Seng (Hong Kong), PSEi (Filipina), Straits Times (Singapura), KOSPI (Korea Selatan), SETI (Thailand), SENSEX (India), dan KLCI (Malaysia) yang berhasil menguat masing–masing 4,99%, 2,68%, 2,23%, 2,17%, 1,31%, 1%, 0,87%, 0,86%, 0,69%, 0,44%, 0,41%, 0,39%, 0,31%, dan 0,25%.

Menyitir riset Phintraco Sekuritas, IHSG ditutup menguat 1,1% di posisi 6.162 pada perdagangan Jumat, setelah sebelumnya sempat melemah hingga menyentuh level 5.966. Hampir seluruh sector ditutup di zona hijau, kecuali finansial yang masih melemah 0,38%.

Penguatan IHSG terutama ditopang sector energi dan basic materials yang masing–masing melesat 6,85% dan 4,84%, seiring beredarnya rumor Indonesia akan menunda implementasi penuh kebijakan ekspor batu bara dan komoditas strategis lainnya yang dikendalikan negara hingga 1 Januari 2027. 

“Penundaan ini dinilai memberikan periode transisi yang lebih panjang bagi eksportir dan pembeli internasional untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan kebijakan tersebut,” papar Phintraco dalam riset hariannya. 

(fad/wep)

No more pages