42 Daftar Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di BEI
Referensi
22 May 2026 13:10

Bloomberg Technoz, Jakarta - Sektor pertambangan masih menjadi salah satu industri strategis di Indonesia. Selain memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional, perusahaan tambang juga menjadi incaran investor di pasar modal karena potensi keuntungan jangka panjang.
Di Bursa Efek Indonesia atau BEI, terdapat puluhan perusahaan pertambangan yang telah melantai di pasar saham. Perusahaan tersebut bergerak di berbagai bidang, mulai dari batu bara, nikel, emas, minyak dan gas, hingga mineral lainnya.
Keberadaan emiten pertambangan di pasar modal memberikan peluang bagi masyarakat untuk ikut berinvestasi di sektor sumber daya alam. Selain itu, kinerja perusahaan tambang juga sering dipengaruhi oleh harga komoditas global dan kebijakan pemerintah.
Berikut daftar perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI dan menjadi bagian dari sektor energi serta mineral di Indonesia seperti dilansir Bloomberg Technoz dari berbagai sumber.
Daftar Perusahaan Pertambangan di BEI
-
Adaro Andalan Indonesia
-
Adaro Energy Indonesia
-
Aneka Tambang
-
Atlas Resources
-
Bayan Resources
-
Baramulti Suksessarana
-
Bumi Resources
-
Bukit Asam
-
Cita Mineral Investindo
-
Delta Dunia Makmur
-
Dharma Satya Nusantara
-
Elnusa
-
Energi Mega Persada
-
Golden Energy Mines
-
Harum Energy
-
Indika Energy
-
Indo Tambangraya Megah
-
Merdeka Battery Materials
-
Merdeka Copper Gold
-
Mitrabara Adiperdana
-
Perdana Karya Perkasa
-
Petrindo Jaya Kreasi
-
Radiant Utama Interinsco
-
Resource Alam Indonesia
-
Samindo Resources
-
TBS Energi Utama
-
Timah
-
Vale Indonesia
-
United Tractors
-
Medco Energi Internasional
-
AKR Corporindo
-
Alamtri Resources Indonesia
-
Arutmin Indonesia
-
Black Diamond Resources
-
Borneo Olah Sarana Sukses
-
Cakra Mineral
-
Citatah
-
Dian Swastatika Sentosa
-
Garda Tujuh Buana
-
Ifishdeco
-
J Resources Asia Pasifik
-
Kapuas Prima Coal
Sektor Tambang Masih Menarik untuk Investasi
Perusahaan pertambangan di BEI memiliki karakteristik yang dipengaruhi harga komoditas global. Ketika harga batu bara, emas, atau nikel naik, kinerja emiten tambang biasanya ikut terdorong.






























