Logo Bloomberg Technoz

Wajib Ekspor via Danantara, Pemasok Minerba Masih ‘Wait and See’

Sabrina Mulia Rhamadanty
22 May 2026 14:00

Large lumps of coking coal move along a conveyor belt in a processing facility./Bloomberg-Bartek Sadowski
Large lumps of coking coal move along a conveyor belt in a processing facility./Bloomberg-Bartek Sadowski

Bloomberg Technoz, Jakarta – Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (Aspebindo) buka suara soal keputusan pemerintah membentuk PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI) sebagai pengelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) strategis. 

Ketua DPP Aspebindo Hasstriansyah menyebut kebijakan baru ini pasti akan berdampak signifikan terhadap kinerja asosiasi, sehingga dibutuhkan sosialisasi dan pemahaman yang lebih mendalam terhadap pelaku industri. 

“Aspebindo melihat Kebijakan Bapak Presiden Prabowo akan berdampak signifikan dan perlu sosialisasi pemahaman yang lebih mendalam dari pihak pemerintah kepada pihak dan pengusaha terkait,” kata Hasstriansyah saat dihubungi, Jumat (22/5/2026).


“Pelaku usaha masih wait and see,” tambahnya.

Skema ekspor SDA satu pintu./dok. Kemendag

Hasstriansyah juga mengatakan isu yang menjadi perhatian asosisiasi saat ini sebenarnya adalah kebijakan yang memperhatikan keseimbangan antara target pendapatan negara dan daya saing industri.