Logo Bloomberg Technoz

Meski begitu, pergerakan yield obligasi INDON berada di level rendah daripada awal Maret lalu. Otoritas moneter baru-baru ini menaikkan suku bunga acuan ke level 5,25% dengan harapan bisa menambah spread atau selisih yield antara surat utang RI dengan AS. 

"Dengan yield spread yang wajar di 94 bps antara 10Y INDON Vs. UST, kami mempertahankan rekomendasi kami INDON over SUN, terutama pada tenor menengah dibandingkan di tenor panjang 30Y (78 bps) dan pendek 2Y (28 bps)," sebut Lionel Priyadi, Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekuritas, dalam catatannya Jumat (22/5/2026)

Yield obligasi Indonesia berdenominasi dolar AS (INDON) tenor 3 tahun. (Bloomberg)

Pergerakan yield di pasar obligasi saat ini masih didominasi oleh operasi pasar yang dilakukan oleh otoritas moneter dan fiskal. 

Pekan lalu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah secara intens akan menyerap SUN sekitar Rp2 triliun per hari guna meredam kenaikan yield yang terlalu agresif sekaligus menjaga likuiditas pasar. 

Bank Indonesia (BI) juga tercatat telah membeli Surat Berharga Negara (SBN) hingga 19 Mei 2026 senilai Rp140,57 triliun, termasuk pembelian di pasar sekunder sebesar Rp73,28 triliun.

Berdasarkan data yang dihimpun Bloomberg, aliran dana masuk ke pasar obligasi tercatat US$19,2 juta per hari, pada 19 Mei 2026. Angka ini setara dengan Rp338,8 miliar menggunakan kurs Rp17.650/US$. 

(dsp)

No more pages