Logo Bloomberg Technoz

Selisih Yield Obligasi RI & AS Tipis, Pemerintah Genjot Buyback

Redaksi
20 May 2026 14:50

Ilustrasi Pasar Obligasi (Diolah)
Ilustrasi Pasar Obligasi (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Aksi jual melanda pasar surat utang negara (SUN) Indonesia pada perdagangan siang ini, Rabu (20/5/2026). Memperpanjang tekanan yang dalam beberapa pekan terakhir.

Melansir data Bloomberg, spread atau selisih imbal hasil (yield) antara obligasi global Indonesia berdenominasi dolar AS (INDON) dan US Treasury (UST) semakin menyempit.

Imbal hasil obligasi global Indonesia atau INDON tenor 10 tahun naik 2,1 basis poin menjadi 5,54%, sementara yield UST tenor 10 tahun melonjak lebih tajam sebesar 7,9 basis poin ke level 4,67%.


Kenaikan yield UST tersebut secara langsung menggerus selisih yield antara Surat Utang Negara (SUN) dan obligasi pemerintah AS menjadi hanya sekitar 211,2 basis poin. Penyempitan spread ini menjadi sinyal bahwa premi risiko yang ditawarkan pasar obligasi Indonesia semakin menipis di mata investor global.

Kenaikan yield UST membuat daya tarik obligasi pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, menjadi semakin berkurang.