Sengketa Uranium dan Tarif Selat Hormuz Ganjal Dialog AS-Iran
News
22 May 2026 07:30

Omar Tamo dan Jeff Mason - Bloomberg News
Bloomberg, Pemerintah Iran menyatakan bahwa proposal terbaru dari AS berhasil menjembatani sebagian celah perbedaan di antara kedua belah pihak. Namun, pernyataan Pemimpin Tertinggi Iran tentang rencana mempertahankan cadangan uranium Teheran, serta perselisihan mengenai tarif tol di Selat Hormuz, membuat prospek kesepakatan damai kembali tidak pasti.
Teheran saat ini sedang dalam proses merumuskan jawaban resmi terhadap draf yang diajukan oleh AS tersebut. Kantor berita semi-resmi Iranian Students' News Agency (ISNA) pada hari Kamis (21/5) melaporkan bahwa proposal tersebut "telah mempersempit perbedaan sampai batas tertentu," meskipun tidak merinci dari mana informasi itu diperoleh. ISNA juga menambahkan, "Penyelarasan lebih lanjut membutuhkan dihentikannya ambisi perang dari pihak Washington."
Meskipun laporan tersebut mengindikasikan adanya kemajuan, laporan Reuters yang menyebutkan Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei mengeluarkan instruksi agar uranium tingkat senjata milik negara itu tidak dikirim ke luar negeri, sempat mendorong harga minyak bergerak lebih tinggi. Ketidakpastian bertambah setelah Donald Trump menyatakan menolak upaya Iran dan Oman untuk menerapkan sistem tarif tol permanen di Selat Hormuz.
"Kami ingin selat itu tetap terbuka, kami ingin selat itu bebas, kami tidak ingin ada tarif tol," kata Trump kepada wartawan pada hari Kamis di Gedung Putih. "Itu adalah jalur perairan internasional. Mereka tidak memungut tarif tol saat ini."





























