Untuk perdagangan hari ini, Kamis (21/5/2026), BRI Danareksa Sekuritas menyebut dari sisi moneter, Bank Indonesia menaikkan BI Rate sebesar 50 bps menjadi 5,25% pada RDG Mei 2026, lebih tinggi dari ekspektasi pasar di level 5%.
Kebijakan tersebut mendorong penguatan rupiah dan berpotensi menahan tekanan capital outflow dalam jangka pendek.
“Kami memperkirakan IHSG masih bergerak terbatas dengan support di 6.220 dan resistance di 6.635,” mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas.
Fokus pasar selanjutnya akan tertuju pada rilis FOMC Minutes The Fed serta data domestik seperti current account dan M2 Money Supply sebagai katalis lanjutan.
Saham-saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah OASA, MYOR, dan BBTN.
Dari global, melansir Phintraco Sekuritas, Indeks Wall Street ditutup menguat dengan penguatan indeks dipicu oleh penurunan harga minyak dan imbal hasil obligasi pemerintah AS di tengah meningkatnya optimisme konflik di Timur Tengah dapat segera diselesaikan.
IHSG turut terdorong pelemahan harga minyak mentah yang turun lebih dari 5% setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan negosiasi dengan Iran telah memasuki tahap final.
US 10-year Bond Yield juga turun lebih dari 9 bps ke level 4,576%, seiring dengan koreksi harga minyak.
Yang juga jadi perhatian pasar, harga emas spot menguat 1% menyentuh level US$4,532 per troy ounce, seiring harapan akan penyelesaian konflik Iran yang menekan harga minyak, meredakan kekhawatiran inflasi dan menurunkan yield obligasi pemerintah AS dari level tertinggi.
Secara teknikal IHSG, Stochastic RSI berada di area oversold dan berpotensi membentuk golden cross. Namun pelebaran histogram negatif MACD masih berlanjut.
“Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak variatif pada kisaran support 6.200–6.250 dan resistance pada 6.400–6.450,” mengutip paparan Phintraco.
Top picks atau saham pilihan riset Phintraco: saham PTBA, CTRA, UNVR, BBTN, dan WIIM.
CGS International Sekuritas Indonesia memaparkan, menguatnya Bursa Wall Street dan menguatnya nilai tukar rupiah pasca BI menaikan suku bunga acuan sebesar 50 bps menjadi 5,25% serta naiknya beberapa harga komoditas diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar.
Sementara itu masih terus berlanjutnya proses penyesuaian saham-saham yang keluar dari indeks MSCI berpeluang masih menjadi katalis negatif.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 6.215–6.110 dan resistance 6.420–6.525,” tulis riset CGS International.
Dengan saham-saham pilihan CGS meliputi meliputi saham JPFA, CPIN, WIIM, UNVR, BMRI, dan BDMN.
Panin memproyeksikan IHSG akan menguat hari ini yang didorong oleh tensi geopolitik yang membaik, turunnya harga minyak, penguatan nilai tukar rupiah, serta mulai masuknya dana asing.
“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan menguat,” mengutip Panin Sekuritas.
Sedang, saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah PNLF, IMPC, dan ICBP.
(fad)




























