Rupiah Masih Loyo Meski BI Agresif Naikkan Suku Bunga
Tim Riset Bloomberg Technoz
21 May 2026 09:18

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah yang sebelumnya mendapat sedikit tenaga, kini kembali melemah 0,2% dalam pembukaan perdagangan hari ini, Kamis (21/5/2026), ke Rp17.640/US$.
Meski ada langkah pengetatan Bank Indonesia (BI) dengan menaikkan suku bunga acuan 50 basis poin (bps) ke 5,25%, tetapi pergerakan rupiah pagi ini masih lemas. Tak lama berselang, rupiah melemah 0,22% ke posisi Rp17.643/US$.
Rupiah melemah bersama won Korea Selatan dan dolar Singapura. Sementara mata uang kawasan lainnya bergerak di zona hijau.
Tekanan terhadap rupiah sepertinya belum usai. Kekhawatiran terhadap inflasi dari kenaikan harga minyak membuat imbal hasil obligasi global terkerek naik. Kondisi ini masih berpotensi menyebabkan adanya arus modal keluar dari kawasan Asia, termasuk Indonesia.
"Dalam jangka pendek, mata uang Asia kemungkinan masih akan diperdagangkan dalam posisi yang lebih lemah," kata Chrispother Wong, strategist di Oversea-Chinese Banking Corp., seperti dikutip dari Bloomberg News.



























