Pertengkaran ini juga menggarisbawahi ketegangan yang memanas di seluruh Korea saat para pekerja mendesak agar mereka mendapatkan bagian yang lebih besar dari keuntungan yang diperoleh perusahaan seperti Samsung dan SK Hynix Inc. dari booming infrastruktur AI global.
Serikat pekerja menuntut agar Samsung menghapus batasan bonus yang ada, mengalokasikan 15% dari laba operasionalnya untuk bonus pekerja, dan meresmikan ketentuan tersebut dalam kontrak kerja. Para pemimpin serikat pekerja menunjuk SK Hynix, yang tahun lalu setuju untuk mengalokasikan 10% dari laba operasional tahunan ke dalam kumpulan bonus kinerja.
Samsung telah mengusulkan untuk mengalokasikan 10% dari laba operasional untuk bonus, beserta paket kompensasi khusus satu kali yang melebihi standar industri. Pejabat eksekutif perusahaan berpendapat bahwa tuntutan serikat pekerja akan sulit dipertahankan dalam jangka panjang.
“Terdapat kecemasan yang semakin meningkat bahwa gangguan produksi yang signifikan atau ketidakpastian operasional di Samsung Electronics dapat memberikan tekanan tambahan pada pasar semikonduktor memori global, yang berpotensi memperburuk kemacetan pasokan, volatilitas harga, ketidakpastian pengadaan, dan ketidakstabilan rantai pasokan yang lebih luas,” kata Kamar Dagang Amerika di Korea dalam sebuah pernyataan bulan ini.
Bank of Korea memperkirakan bahwa pemogokan tersebut dapat menyebabkan penurunan sebesar 0,5 poin persentase dalam pertumbuhan PDB Korea tahun ini, demikian dilaporkan media lokal.
(bbn)
































