Logo Bloomberg Technoz

Prabowo Pertanyakan Pertumbuhan Ekonomi RI Tapi Kemiskinan Naik

Dovana Hasiana
20 May 2026 11:26

Presiden Prabowo Subianto saat pidato pada rapat paripurna DPR ke-19 masa persidangan V tahun 2025-2026. (Youtube Setpres)
Presiden Prabowo Subianto saat pidato pada rapat paripurna DPR ke-19 masa persidangan V tahun 2025-2026. (Youtube Setpres)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengatakan sistem perekonomian yang dijalankan saat ini tidak berada dalam lintasan yang tidak tepat dan bila terus dijalankan maka Indonesia tidak mungkin menjaga bangsa yang makmur.

Pernyataan Prabowo ini didasarkan pada analisis bahwa selama 7 tahun terakhir, ekonomi Indonesia tumbuh 5% setiap tahunnya. Dari data tersebut kekayaan Indonesia harusnya bertambah 35%, namun hal tersebut tidak terjadi.

Kenyataannya, ada peningkatan penduduk miskin dan rawan miskin dari 46,1 juta pada 2017 menjadi 49,5 juta pada 2024. Adapun kelas menengah mengalami penurunan dari 22,1 juta orang pada 2017 menjadi 17,4 juta pada 2024.

Presiden Prabowo Subianto berbicara mengenai Ekonomi Indonesia pada rapat paripurna DPR ke-19. (Youtube Setpres)

“Saya bertanya di hadapan majelis terhormat ini, saya bertanya kepada semua partai politik, organisasi masyarakat, kepada semua pakar dan Duta Besar bagaimana bisa pertumbuhan 35% tetapo kelas menengah turun dan kemiskinan meningkat?” ungkap Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI-39 terkait KEM dan PPKP RAPBN 2027 di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

“Jawabannya harus ilmiah, jawabannya harus matematis dan menurut Saya jawabannya adalah bahwa kemungkinan besar, Saya yakin, sistem perekonomian yang kita jalankan berada pada trajektori (lintasan) tidak tepat.”