APBN April 2026: PNBP Tumbuh 20% Jadi Rp171 T, SDA Paling Minim
Mis Fransiska Dewi
20 May 2026 12:21

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Keuangan melaporkan realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tanpa kekayaan negara yang dipisahkan atau dividen BUMN tercatat Rp171,1 triliun sampai April 2026. Angka ini tumbuh 20% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibanding periode yang sama tahun lalu Rp142,6 triliun.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebutkan, jika PNBP dengan kekayaan yang dipisahkan, termasuk dividen BUMN, pertumbuhan realisasi PNBP hanya 11,6%, yakni dari Rp153,5 triliun per April 2025 menjadi Rp171,3 triliun per April 2026.
"Realisasi PNBP hingga 30 April 2026 tercatat 37,3% terhadap target APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) 2026," ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN: Kinerja dan Fakta, selasa (19/5/2026).
Secara rinci dipaparkan, kinerja PNBP Kementerian/Lembaga tercatat melesat hingga 49,2% (yoy), terutama dari kontribusi pendapatan jasa komunikasi dan informasi serta pendapatan denda administratif di bidang kehutanan hasil kinerja Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).
Kemudian, Pendapatan Badan Layanan Umum (BLU) tumbuh 26,6% (yoy). Ini terutama disebabkan oleh kenaikan pendapatan jasa pelayanan kesehatan pada Kementerian Kesehatan dan tarif pungutan ekspor minyak kelapa sawit (CPO), dan turunannya.






























