Logo Bloomberg Technoz

Jelang Pengumuman BI Rate, Rupiah Kembali Tertekan

Redaksi
20 May 2026 09:12

Karyawan memegang mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan memegang mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah kembali melemah 0,31% dalam pembukaan hari ini, Rabu (20/5/2026), ke posisi Rp17.760/US$. Kemudian mata uang Tanah Air menipiskan pelemahan menjadi 0,21% ke Rp17.743/US$ pada 09:05 WIB. 

Indeks dolar Amerika Serikat (AS) terhadap enam mata uang utama masih bertahan di posisi tinggi 99,28, dan harga minyak mentah dunia bertengger di US$111,32 per barel pada 08:45 WIB. 

Penguatan dolar AS dan lonjakan harga energi yang berlangsung lama masih menjadi tekanan ganda bagi mata uang negara berkembang. Di kawasan, pergerakan mata uang cukup beragam namun dengan kecenderungan melemah. 


Baht Thailand, rupiah, ringgit Malaysia, dolar Taiwan, dolar Hong Kong dan Singapura kompak melemah. Sebaliknya, won Korea Selatan menguat 0,25%, disusul yuan China dan yen Jepang berhasil rebound meski penguatannya terbatas. 

Pergerakan mata uang kawasan Asia, Rabu (20 Mei 2026). (Bloomberg)

Di tengah sentimen risk-off, investor tampaknya masih menghindari aset berisiko di pasar negara berkembang seperti Indonesia. Yield US Treasury (UST) yang bertahan tinggi membuat aset berbasis dolar semakin menarik dibandingkan instrumen negara berkembang.