Logo Bloomberg Technoz

IHSG Sempat Turun 2,37%, Tersulut Pembentukan BUMN Khusus Ekspor

Muhammad Julian Fadli
20 May 2026 12:54

Pekerja di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/62025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pekerja di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/62025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berlanjut hingga perdagangan siang hari ini, Rabu (20/5/2026). Sampai dengan pukul 11:22 WIB di tengah–tengah pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI, IHSG turun 3,27% menyentuh posisi 6.219.

Volume transaksi tercatat mencapai 22,36 miliar saham yang didominasi oleh tekanan jual, dengan nilai transaksi mencapai Rp11,27 triliun. Frekuensi yang terjadi sebanyak 1,35 juta kali diperjualbelikan.

Adapun sebanyak 559 saham mengalami pelemahan, dan hanya 126 saham yang menguat. Sedangkan 127 saham tidak bergerak.


Yang jadi perhatian, saham–saham barang baku, dan saham energi menjadi pemberat IHSG sepanjang perdagangan siang hari ini.

Tekanan besar pada IHSG terjadi sesaat setelah Presiden Prabowo Subianto mengumumkan akan menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) yang memberi kuasa kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mengatur tata kelola ekspor komoditas Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia.