Presiden Lai: Taiwan Tak Bisa Dijual demi Kesepakatan AS-China
News
18 May 2026 07:15

Catherine Ngai dan Twinnie Siu - Bloomberg News
Bloomberg, Presiden Taiwan Lai Ching-te menegaskan bahwa negara demokrasi yang berpemerintahan mandiri tersebut tidak dapat dijadikan alat tawar-menawar. Pernyataan ini keluar hanya berselang beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump menyebut rencana penjualan senjata senilai US$14 miliar AS ke Taipei sebagai poin negosiasi dengan China.
“Taiwan tidak akan pernah dikorbankan atau diperdagangkan,” ujar Lai dalam sebuah unggahan di akun Facebook resminya pada Minggu malam. Ia menambahkan bahwa peran sentral Taiwan dalam keamanan Indo-Pasifik serta rantai pasok global—khususnya untuk sektor kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor—menjadikan stabilitas kawasan sebagai kepentingan bersama di antara negara-negara demokratis.
Pernyataan keras tersebut merupakan respons atas pertemuan bersejarah pekan lalu di Beijing antara Donald Trump dan pemimpin China Xi Jinping. Dalam KTT tersebut, Xi mengeluarkan peringatan paling kerasnya bahwa kesalahan dalam menangani isu Taiwan dapat mendorong dua negara adidaya itu ke ambang konflik terbuka.
Seusai pertemuan puncak tersebut, Trump mengatakan kepada para jurnalis bahwa dirinya belum membuat komitmen apa pun terkait Taiwan dan akan segera memutuskan nasib paket penjualan senjata tersebut. Tak lama kemudian, Trump menyampaikan kepada Fox News bahwa rencana penjualan senjata itu adalah "alat negosiasi yang sangat bagus," sebuah pernyataan yang langsung memicu keraguan publik atas komitmen skala dukungan militer AS untuk Taipei.


























