Logo Bloomberg Technoz

Utang RI Nyaris Capai Rp10.000 Triliun, Purbaya Masih Kalem

Mis Fransiska Dewi
11 May 2026 15:50

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Konferesni Pers di Kompleks Kementerian Keuangan, Senin (11/4/2026). (Bloomberg Technoz/Mis Fransiska)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Konferesni Pers di Kompleks Kementerian Keuangan, Senin (11/4/2026). (Bloomberg Technoz/Mis Fransiska)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku posisi utang pemerintah yang hampir menyentuh angka Rp10.000 triliun atau tepatnya Rp9.920,42 triliun sampai akhir Maret 2026 masih aman. Sejatinya jumlah utang pemerintah tersebut naik sebesar Rp282,52 triliun dibandingkan posisi akhir Desember 2025 yang sebesar Rp9.637,90 triliun.

Purbaya menyebut dari rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih di posisi 40,75% atau di bawah batas aman Undang-Undang Keuangan Negara yang sebesar 60% PDB.

"Kalau kita lihat acuan yang paling ketat di Eropa, rasio utang ke PDB berapa? 60%. Kita masih jauh, masih aman, masih sekitar 40% lebih sedikit, jadi aman," kata Purbaya dalam media briefing di Kantor Kementerian Keuangan, Senin (11/5/2026).


Purbaya mengeklaim rasio utang Indonesia masih lebih rendah dibandingkan negara lain. Pemerintah, dalam hal ini mengelola utang secara cermat dan terukur. Menurutnya, utang Singapura di level 180% terhadap PDB, Malaysia lebih dari 60% dari PDB. 

“Thailand juga berapa? Tinggi semua. Kita termasuk paling hati-hati dibanding negara-negara sekeliling kita. Dibanding AS juga, dibanding Jepang," ungkap Purbaya.