Logo Bloomberg Technoz

Masifikasi CNG Dinilai Mesti Pertahankan LPG, Dipadukan Jargas

Azura Yumna Ramadani Purnama
18 May 2026 12:20

Tangki gas alam terkompresi (CNG) dan saluran bahan bakar di Montgomery County Fleet Management Services di Rockville, Maryland, AS./Bloomberg
Tangki gas alam terkompresi (CNG) dan saluran bahan bakar di Montgomery County Fleet Management Services di Rockville, Maryland, AS./Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta – Sejumlah ekonom memandang masifikasi gas alam terkompresi atau compressed natural gas (CNG) melalui pengembangan tabung 3 kilogram (kg) perlu dilakukan secara bertahap, dengan menjalankan proyek percontohan di wilayah tertentu agar kekurangannya dapat dievaluasi.

Ekonom energi Center of Reform on Economics (Core) Muhammad Ishak Razak memandang program masifikasi CNG perlu dilakukan dengan tetap membuka opsi sumber energi lain yang lebih sesuai untuk segmen tertentu, seperti jaringan gas kota (jargas) untuk perkotaan yang padat.

Selain itu, Ishak menilai pemerintah tetap harus mempertahankan gas minyak cair atau liquified petroleum gas (LPG) bagi daerah yang belum siap melakukan transisi ke CNG tabung 3 kg.


“Pendekatan ini juga memberi ruang bagi pemerintah untuk membangun ekosistem secara bertahap dan melakukan sosialisasi yang lebih matang ke masyarakat, sehingga risikonya bisa diminimalkan,” kata Ishak ketika dihubungi, Senin (18/5/2026).

Pemeriksaan jaringan gas rumah tangga (jargas). (Dok. Pertamina)

Walhasil, Ishak memandang rencana menjadikan CNG 3 kg sebagai pengganti total LPG 3 kg bersubsidi belum realistis, baik untuk jangka pendek maupun jangka menengah.