Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Diproyeksikan Lanjut Melemah Pekan Depan

Mis Fransiska Dewi
17 May 2026 18:00

Karyawan menghitung mata uang rupiah di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung mata uang rupiah di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Direktur PT. Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada perdagangan pekan depan.

Malahan, Ibrahim memperkirakan, rupiah dapat melemah ke level Rp17.850 per dolar AS nantinya. Di sisi lain, Ibarahim menambahkan, indeks dolar AS bakal melebar.

“Mata uang rupiah kemungkinan besar dalam perdagangan di minggu ini pun juga masih akan terus mengalami pelemahan bisa saja di Rp17.800/US$, bisa saja di Rp17.850/US$,” kata Ibrahim dalam keterangannya, Minggu (17/5/2026). 


Melemahnya nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal. Tekanan eksternal terutama berasal dari gejolak geopolitik global dan melambungnya harga minyak mentah membuat ketidakpastian global meningkat. 

Situasi ini mendorong terjadinya penguatan indeks dolar AS terhadap mata uang utama (DXY). Indeks dolar AS terhadap mata uang utama (DXY) kini berada di level 99,09 atau menguat 1,15 dalam sepekan terakhir.