Logo Bloomberg Technoz

Maskapai Masih Ditekan Pelemahan Rupiah Meski Fuel Surcharge Naik

Sultan Ibnu Affan
18 May 2026 09:00

Ilustrasi maskapai penerbangan. (Bloomberg)
Ilustrasi maskapai penerbangan. (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Maskapai Indonesia AirAsia mengapresiasi keputusan pemerintah menaikkan besaran fuel surcharge secara berjenjang mulai dari 10% hingga 100% dari tarif batas atas (TBA) untuk pesawat niaga berjadwal.

Namun demikian, Head of Indonesia Affairs & Policy, Indonesia AirAsia Eddy Krismeidi mengatakan tantangan yang kini dihadapi maskapai tak hanya kenaikan atur, melainkan juga adanya pelemahan rupiah.

"Struktur biaya maskapai tidak hanya dipengaruhi avtur, tetapi juga pelemahan nilai tukar, biaya maintenance, leasing pesawat, serta berbagai komponen operasional lainnya yang sebagian besar masih berbasis dolar AS," ujarnya saat dihubungi, dikutip Senin (18/5/2026).


Kenaikan fuel surcharge tersebut membuat maskapai dapat menyesuaikan atau menaikkan harga tiket pesawat sesuai dengan kondisi harga avtur hingga mencapai 50% dari harga normal. Eddy mengatakan hal tersebut juga perlu dicermati lantarana berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat, yang pada akhirnya menekan permintaan perjalanan udara secara keseluruhan.

"Karena itu, selain penyesuaian fuel surcharge, kami berharap pemerintah juga dapat melihat struktur biaya industri penerbangan secara lebih menyeluruh agar keseimbangan antara keberlangsungan industri, keterjangkauan tarif, dan konektivitas nasional dapat tetap terjaga," tutur dia.