Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Belum Aman, Tekanan Diperkirakan Berlanjut Hari Ini

Tim Riset Bloomberg Technoz
18 May 2026 08:29

Ilustrasi pergerakan rupiah terhadap dolar AS. dok: Bloomberg
Ilustrasi pergerakan rupiah terhadap dolar AS. dok: Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai kontrak rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF) bergerak melemah sepanjang pekan lalu. Pagi ini, Senin (18/5/2026), pergerakan rupiah di luar negeri belum banyak berubah dan masih berada di Rp17.629/US$. 

Indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama semakin menguat dan bertahan di posisi 99,38 membuat pergerakan mata uang kawasan menjadi terbatas. 

Pelemahan datang dari ringgit Malaysia yang memimpin di zona merah, won Korea Selatan menyusul dengan baht Thailand, dolar Taiwan, yen Jepang, dolar Singapura, dan yuan offshore. Hanya dolar Hong Kong yang defensif dengan penguatan tak seberapa 0,02%. 

Pergerakan mata uang Asia pada Senin (18/5/2026). (Bloomberg)

Sejumlah agenda penting dari bank sentral negara utama, data inflasi, dan kondisi ketegangan geopolitik yang belum reda, berpotensi menentukan arah arus modal asing, yang pada akhirnya akan berpengaruh pada pergerakan nilai tukar rupiah. 

Dari dalam negeri, pasar akan mencermati angka Utang Luar Negeri (ULN) dan pengumuan BI Rate pekan ini.