Bank Mandiri Atur Strategi Hadapi Pelemahan Rupiah
Redaksi
14 May 2026 12:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Bank Mandiri (persero) Tbk mengatur siasat menghadapi pelemahan rupiah yang membuat mata uang garuda masih bertengger di angka Rp17.500/ US$ dan membuat Bank Indonesia sebagai otoritas moneter musti melakukan intervensi dengan sempat menaikkan imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) ke level 6,5% meski akhirnya turun ke 6,4% jumat lalu.
“Bank Mandiri mencermati dinamika pasar yang ada, termasuk volatilitas nilai tukar dan kenaikan imbal hasil SRBI. Menyikapi hal tersebut, Bank Mandiri terus berupaya menjaga strategi bisnis dan likuiditas secara prudent,” kata Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista kepada Bloomberg Technoz, Rabu (13/5/2026).
Salah satu strategi yang dilakukan dari sisi penyaluran kredit adalah memperkuat ekspansi kredit berbasis Rupiah dengan fokus pada sektor-sektor yang resilien terhadap volatilitas nilai tukar, termasuk dukungan kepada pelaku usaha, retail, UMKM, dan program prioritas pemerintah.
Sementara itu, Bank Mandiri akan mengelola portofolio kredit valas secara prudent, terutama kepada debitur yang memiliki pendapatan berbasis valas maupun natural hedge, sehingga risiko nilai tukar tetap terjaga.
“Di sisi lain, dinamika pasar juga membuka peluang peningkatan fee-based income melalui aktivitas treasury, transaksi FX nasabah, dan solusi hedging,” kata Adhika.































