Logo Bloomberg Technoz

Penjualan Mobil Konvensional Diproyeksikan Melambat, Digerus EV

Mis Fransiska Dewi
17 May 2026 16:30

Pekerja memeriksa mobil listrik BYD di salah satu penjualan mobil di Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (22/4/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean K)
Pekerja memeriksa mobil listrik BYD di salah satu penjualan mobil di Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (22/4/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pengamat otomotif memproyeksikan penjualan mobil berbahan bakar minyak atau internal combustion engine (ICE) akan turun secara bertahap dalam tiga tahun mendatang. 

Alasannya, penjualan mobil listrik atau electric vehicle (EV) belakangan terus mengalami kenaikan seiring dengan rencana pemerintah untuk memberikan insentif pada mobil setrum itu pada Juni 2026.

Pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu mengungkapkan derasnya insentif untuk EV khususnya versi entry level otomatis memberikan tekanan bagi industri mobil Low Cost Green Car atau LCGC ICE konvensional. 


“Pangsa pasar ICE entry level/LCGC diproyeksikan mengalami penurunan signifikan secara bertahap dalam 3 tahun ke depan seiring makin lebih murahnya harga BEV [battery electric vehicle] berbanding LCGC ICE,” kata Yannes ketika dihubungi, dikutip Minggu (17/5/2026).

Dia menjelaskan tekanan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi dan tingginya suku bunga kredit kendaraan turut memperparah lesunya segmen mobil penumpang ICE konvensional.