Logo Bloomberg Technoz

Industri Nikel Desak Revisi Tarif Royalti Batal, Tak Cuma Ditunda

Sabrina Mulia Rhamadanty
18 May 2026 10:20

Bola-bola nikel./Bloomberg-Cole Burston
Bola-bola nikel./Bloomberg-Cole Burston

Bloomberg Technoz, Jakarta – Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) menyarankan agar keputusan penundaan revisi royalti mineral oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ditingkatkan menjadi pembatalan.

Ketua Umum FINI Arif Perdana Kusumah mengatakan keputusan penundaan berarti royalti mineral masih memiliki potensi untuk dinaikkan tahun ini, sehingga membawa ketidakpastian bagi pelaku usaha nikel; terutama mereka yang menjalankan industri nikel terintegrasi alias juga memiliki pabrik pemurnian (smelter). 

“Sebaiknya [penyesuaian royalti mineral] dikaji kembali dan jika perlu dibatalkan,” kata Arif saat dihubungi, Senin (18/5/2026).


“Rencana penyesuaian tarif royalti akan menambah ketidakpastian regulasi di sektor pertambangan serta pengolahan dan pemurnian mineral, khususnya komoditas nikel."

Proyeksi produksi nikel RI./dok. BMI

Sejak awal 2025, Arif mengklaim pelaku industri pertambangan dihadapkan pada kebijakan yang acapkali mengalami perubahan.