Logo Bloomberg Technoz

Beban Negara, Kompensasi Harga Pertamax Diproyeksi Rp2,87 T/Bulan

Azura Yumna Ramadani Purnama
18 May 2026 09:30

Seorang pekerja mengisi bahan bakar sepeda motor di SPBU PT Pertamina di Bengkulu, Indonesia./Bloomberg-Muhammad Fadli
Seorang pekerja mengisi bahan bakar sepeda motor di SPBU PT Pertamina di Bengkulu, Indonesia./Bloomberg-Muhammad Fadli

Bloomberg Technoz, Jakarta – Sejumlah ekonom memprediksi kebutuhan dana kompensasi energi yang mesti dibayarkan pemerintah kepada PT Pertamina (Persero) untuk mengompensasi harga bensin nonsubsidi Pertamax RON 92 mencapai Rp2,87 triliun/bulan.

Ekonom Universitas Andalas Syafruddin Karimi menyatakan perhitungan tersebut didapatkan dengan mengalkulasikan penjualan Pertamax sekitar 20.000 kiloliter (kl)/hari, dengan harga keekonomian Pertamax yang sudah menembus Rp17.000-an/liter.

Rerata harga jual Pertamax di SPBU Pertamina, padahal, masih ditahan di Rp12.300/liter sejak bulan lalu.


“Dengan selisih sekitar Rp4.780/liter, kebutuhan kompensasi Pertamax bisa berada di kisaran Rp2,87 triliun/bulan jika konsumsi harian diasumsikan 20.000 kl,” kata Syafruddin ketiak dihubungi, Senin (18/5/2026).

Sejumlah pengendara mengantre mengisi BBM di SPBU Pertamina, Jakarta Selatan, Selasa (31/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Syafruddin memandang kebijakan pemerintah untuk memberikan kompensasi energi terhadap produk Pertamax dilakukan untuk meredam potensi munculnya beban tambahan bagi masyarakat.