Logo Bloomberg Technoz

Penyebab Kejatuhan Rupiah Pekan Ini, Sampai Rp17.500/US$

Hidayat Setiaji
16 May 2026 08:03

Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan pendek pekan ini. Bahkan mata uang Nusantara sampai menembus level Rp 17.500/US$, terlemah sepanjang sejarah.

Perdagangan di pasar keuangan Indonesia pekan ini berlangsung singkat, hanya tiga hari karena memperingati Kenaikan Yesus Kristus. Namun selama tiga hari tersebut, kinerja rupiah boleh dibilang tidak impresif.

Mengawali pekan, Senin (11/5/2026), rupiah ditutup melemah 0,22% ke Rp 17.412/US$. Kemudian pada Selasa (12/5/2026), mata uang Ibu Pertiwi menutup hari dengan depresiasi 0,51% ke Rp 17.500/US$ yang menjadi posisi penutupan (closing) terlemah sepanjang masa.


Sehari sesudahnya, Rabu (13/5/2026), rupiah memang berhasil menguat 0,2% ke Rp 17.465/US$. Meski begitu, rupiah tetap membukukan pelemahan 0,53% sepanjang perdagangan pekan ini.

Rupiah kompak melemah bersama mata uang utama Asia lainnya. Sepanjang pekan ini, yen Jepang, yuan China, rupee India, won Korea Selatan, dolar Taiwan, baht Thailand, ringgit Malaysia, dolar Singapura, peso Filipina, sampai dolar Hong Kong terdepresiasi masing-masing 1,3%, 0,25%, 1,64%, 2,46%, 0,83%, 1,43%, 0,73%, 1,08%, 0,01%, dan 1,87%.