Logo Bloomberg Technoz

Kongo Hadapi Wabah Ebola Langka tanpa Vaksin yang Disetujui

News
16 May 2026 20:30

Petugas kenakan APD sebelum mengubur pasien diduga meninggal akibat Ebola di Mubende, Uganda. (Luke Dray/Getty Images via Bloomberg)
Petugas kenakan APD sebelum mengubur pasien diduga meninggal akibat Ebola di Mubende, Uganda. (Luke Dray/Getty Images via Bloomberg)

Jason Gale dan Michael J. Kavanagh - Bloomberg News

Bloomberg, Jenis langka Ebola yang belum memiliki vaksin atau pengobatan yang disetujui kemungkinan telah menyebar tanpa terdeteksi selama berminggu-minggu di wilayah timur laut Democratic Republic of Congo yang dilanda konflik sebelum menewaskan puluhan orang.

Pengujian laboratorium oleh Institut Nasional untuk Riset Biomedis di Kinshasa mengonfirmasi bahwa wabah tersebut disebabkan oleh strain Bundibugyo, kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (15/5). Virus itu sebelumnya hanya menyebabkan dua wabah yang diketahui, yakni di Uganda pada 2007 dan di wilayah timur Kongo pada 2012.


Sekitar 246 kasus suspek dan 65 kematian telah dilaporkan terutama di zona kesehatan Mongbwalu dan Rwampara di Provinsi Ituri, dekat perbatasan Uganda, dengan tambahan dugaan infeksi di Bunia, ibu kota provinsi tersebut, menurut Africa Centres for Disease Control and Prevention. Empat kematian telah dikonfirmasi berasal dari kasus yang positif berdasarkan hasil laboratorium.

Ebola merupakan salah satu penyakit menular paling mematikan di dunia, dengan tingkat kematian sekitar seperempat hingga hampir 90% dari orang yang terinfeksi, tergantung pada jenis virus dan layanan medis yang tersedia. Strain Zaire, yang ditemukan pada 1976 di dekat Sungai Ebola di wilayah yang kini menjadi Democratic Republic of Congo, menyebabkan epidemi besar di Afrika Barat satu dekade lalu dan menerima pendanaan riset paling besar, sehingga menghasilkan vaksin dan pengobatan yang telah mendapat izin penggunaan.